Showing posts with label KESEHATAN. Show all posts
Showing posts with label KESEHATAN. Show all posts

4 Fakta Tentang Detox

Gadis  Cantik
Detoksifikasi adalah proses menetralisir racun dari dalam tubuh kita. Tapi kalau cuma tahu segitu, belum cukup lho! Kamu perlu tahu 4 fakta ini juga

  1. Diet detoksifikasi yang sering disebut detox merupakan cara mengurangi jumlah kimia yang diserap oleh tubuh dengan mengkonsumsi bahan makanan organik, vitamin, nutrisi dan antioksidan yang diperlukan oleh tubuh untuk membantu proses detoksifikasi,
  2. Efek detox dapat meningkatkan energi, membuat kulit lebih sehat dan memperbaiki saluran pencernaan. Biasanya dalam proses detox, buang air kecil dan buang air besar jadi lebih sering dan teratur.
  3. Salah satu cara detox yang paling sering adalah dengan mengkonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran.
  4. Sebelum memutuskan untuk detox, sebaiknya kamu berkonsultasi dulu dengan dokter ahli gizi. Karena kalau dilakukan secara sembarangan, detox bisa menyebabkan sakit kepala, kelelahan, emosi yang berlebihan dan timbulnya jerawat. Dokter juga dapat membantumu menentukan menu sehari-hari selama detox.

3 Minuman ‘Teman’ Belajar

Lagi sibuk belajar buat menghadapi ujian? Jangan lupa minum 3 jenis minuman ini.

Pernah nggak ngerasain, sudah berjam-jam belajar tapi rasanya sedikit banget materi pelajaran yang masuk ke dalam otak? Mungkin itu tandanya kita kurang mengonsumsi tiga jenis minuman yang bisa bikin otak tokcer berikut ini:

Susu


Makanan yang mengandung susu dan kalsium seperti yoghurt dan keju membantu mengembangkan fungsi saraf di otak jadi lebih maksimal. Ditambah, asam amino dalam yoghurt bikin kita nggak gampang ngantuk dan nggak gampang lupa




Teh


Kalau kita gampang capek waktu belajar, mungkin kita butuh minum teh. Soalnya, teh sudah terbukti nggak hanya bisa membuat kita lebih fokus, tapi juga membantu kita mengatasi kelelahan. Teh hijau adalah teh yang paling mujarab melawan kelelahan dan bisa membuat kita santai.



Air



Tiga perempat dari otak kita adalah air. Jadi, tentu saja air sangat berguna supaya otak bisa bekerja dengan baik. Soalnya kalau sampai otak kita dehidrasi, maka kerjanya pun akan terganggu. So, kita wajib minum paling sedikit delapan gelas air sehari.

Efek Samping Menggunakan Komputer

VIVAnews - Jika Anda termasuk pekerja yang menggunakan komputer lebih dari dua jam sehari, hati-hati dengan computer vision syndrome (CVS). Sindroma ini adalah keluhan mata dan penglihatan akibat bekerja menggunakan komputer terlalu lama. Akibatnya, produktivitas Anda dalam bekerja bisa menurun.

Gejala seseorang terkena CVS adalah iritasi yaitu mata merah, perih, berair atau terasa kering. Selain itu, mata terasa lelah, kelopak mata atau dahi terasa berat. Penyebabnya adalah frekuensi berkedip yang menurun akibat menggunakan komputer dalam waktu lama. Serta, posisi komputer serta pengaturan cahaya yang salah.

Sindroma ini juga sering disertai rasa sakit kepala atau migrain. Jika saat bekerja, Anda mengalami hal ini sebaiknya beristirahatlah selama sekitar 10 hingga 15 menit. Alihkan pandangan dari monitor setiap 15 menit dengan melihat objek yang jauh kira-kira 10 detik.

Anda juga bisa melakukan variasi kegiatan untuk menghindari melihat layar komputer terus menerus, seperti berjalan-jalan di sekitar kantor, atau mengobrol dengan teman.

Istirahatkan mata Anda setiap satu jam bekerja di depan komputer, agar terhindar dari CVS. Selain itu, atur juga pencahayaan di sekitar Anda. Jangan terlalu terang dan hindari pantulan sinar pada layar komputer.

Posisi duduk juga sangat penting agar Anda terhindar dari CVS. Gunakan kursi yang dapat diatur posisi serta sandarannya. Sebaiknya, duduk tegak (90 derajat) dengan posisi keyboard sedikit lebih rendah dari siku lengan (100 derajat).

Layar komputer sebaiknya berjarak 50 hingga 75 cm dari mata (lebih jauh dari jarak baca). Atur layar dengan sedikit miring ke belakang 5 hingga 20 derajat dari posisi tegak dan bagian atas layar komputer sejajar atau lebih rendah dari ketinggian horizontal mata.

Kenali Pemicu Mimpi Buruk

VIVAnews - Sebagian besar orang dewasa pernah mengalami mimpi buruk setidaknya satu kali dalam sebulan. Mimpi buruk ini terkadang membuat seseorang terbangun tiba-tiba, merasa pusing, lelah, dan tidur pun menjadi kurang berkualitas.

Penyebab mimpi buruk antara lain, konsumsi obat-obatan, gen yang tidak sempurna, penyakit saraf degeneratif seperti Alzheimer, dan peristiwa traumatis. Mimpu buruk juga mendera orang yang mengalami stres saat siang hari. Pada malam hari, emosi yang timbul karena stres siang hari, muncul dalam bentuk mimpi buruk.

Lalu, beberapa orang, terutama yang berkepribadian terbuka dan sensitif, mungkin memiliki batas tipis antara mimpi dan kenyataan. Sehingga, kejadian buruk saat siang hari bisa hadir saat malam hari dalam bentuk mimpi buruk.

"Mimpi buruk adalah mimpi yang bersifat disfungsional," kata Rosalind Cartwright, kepala pelayanan gangguan tidur dit Rush-Presbyterian - St. Luke's Medical Center, AS, seperti dikutip dari Best Health Mag.

Ketika Anda berusaha menenangkan perasaaan dan meredakan emosi negatif, otak pun memprosesnya. Emosi negatif yang berlebihan diproses, dan justru muncul saat Anda tidur melalui mimpi buruk. Jika Anda pernah berada dalam kecelakaan mobil yang buruk misalnya, Anda mungkin tidak dapat segera mengatasi rasa trauma dan emosi negatif yang muncul. Mimpi buruk pun akan mudah muncul.

Seperti Cartwright tulis dalam bukunya 'Crisis Dreaming', ia mengungkap kalau mimpi buruk adalah tangisan dalam bentuk lain. Terkadang mimpi buruk bisa membantu seseorang mencari resolusi untuk mengatasi masalah dan trauma yang dihadapinya. Tetapi, jika mimpi buruk dan tak kunjung hilang selama berhari-hari ada baiknya, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Apa Adanya Saja

Manusia memang nggak pernah ada puasnya, ya. Selaluuu saja ada yang kurang. Kita pun pasti suka merasa seperti itu. Setiap kali ngaca, kita pun mulai bergumam, ”Coba kalau hidung gue lebih mancung. Coba kalau mata gue lebih besar. Kenapa bibir gue tebel amat sih? Duh, perut kok gendut amat!” dan seterusnya.

Alhasil, di penjuru dunia ini, banyak banget cewek yang nggak puas sama kondisi fisiknya dan memilih untuk menjalani operasi plastik biar kelihatan makin cantik. Termasuk Solange Magnano, Miss Argentina pada tahun 1994 yang melanjutkan kariernya menjadi model setelah kontes tersebut. Karena tuntutan pekerjaan yang membuat dirinya harus selalu tampil super oke, Solange memutuskan buat melakukan operasi pengencangan bokong.

Operasi yang dilakukan pada akhir bulan November 2009 ini ternyata mengalami masalah. Cairan yang ditujukan untuk mengencangkan bokong, ternyata malah mengalir masuk ke paru-paru dan otaknya. Setelah tiga hari berada dalam kondisi kritis, Solange akhirnya meninggal akibat penyumbatan arteri pada paru-parunya. Di Argentina biaya operasi plastik memang relatif lebih murah dibandingkan negara lain. Karenanya banyak juga turis yang datang ke Argentina khusus untuk melakukan operasi plastik. Wah, tapi kalau berisiko menghilangkan nyawa, harga murah bukan jadi penawaran yang menarik lagi, ya? Jadi, kita syukuri saja apa yang kita miliki sekarang ini dan tetap pede, karena disamping kekurangan yang ada, kita juga punya banyak kelebihan lain kok. Setuju kan?!

Bekas Luka Bisa Hilang?

NOuch! Lagi asyik-asyik jogging, tiba-tiba kamu tersandung dan lutut kamu membentur aspal. Waaaa... bukan cuma berdarah, tapi bekas luka yang sudah mengering itu pun meninggalkan bekas! Huhuhuhu... gimana bisa tampil keren dengan short pants nih? Bekas luka seperti ini bisa hilang nggak ya?

Hmm... sebenarnya bekas luka tidak bisa hilang 100%, tapi bisa kok disamarkan. Pada saat terjadi luka, pertama-tama langsung bersihkan luka tersebut, beri obat untuk menghentikan pendarahan (kalau memang terjadi), biarkan sampai kering. Jika luka itu sudah kering, basahkan dan angkat pelan-pelan bagian kulit yang mengering itu. Jangan lupa bersihkan area tersebut dengan alkohol. Penelitian mengatakan bahwa daerah luka yang tetap lembap akan mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi bekas luka.

Ingat pula untuk menutup luka dengan menggunakan band-aid untuk mencegah timbulnya infeksi dan mengurangi kemungkinan terbentuknya bekas luka. Kalaupun luka itu sudah telanjur membekas, tetap gunakan band-aid pada bagian kulit yang luka. Soalnya, bekas luka akan terlindung dari sinar matahari yang bisa menyebabkan perbedaan warna antara kulit yang sehat dengan bekas luka.

ASI Bisa Selamatkan Ribuan Nyawa

KOMPAS.com — Nyawa ribuan bayi akan tertolong jika para ibu mau menyusui bayinya secara eksklusif selama enam bulan. Demikian analisis sebagian pakar di Amerika Serikat.

Menurut laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics itu disebutkan, akan ada 900 bayi lagi yang bertahan hidup setiap tahunnya jika 90 persen ibu-ibu di AS memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif. Kendati angka tersebut masih estimasi, para ahli sependapat dan mengatakan bahwa memberikan ASI akan membawa perubahan yang besar.

Disebutkan, ribuan kematian bayi dan penyakit setiap tahunnya bisa dicegah hanya dengan memberikan ASI. Penyakit yang bisa dicegah oleh ASI, antara lain, adalah virus pencernaan, infeksi telinga, asma, diabetes di usia muda, sindrom kematian mendadak, bahkan leukimia pada anak-anak.

Manfaat-manfaat luar biasa dari ASI tersebut belakangan ini masih dianggap remeh. "Banyak ibu menganggap menyusui adalah pilihan gaya hidup. Namun, menurut saya, ini adalah soal kesehatan publik," kata Dr Melissa Bartick, ahli penyakit dalam dari Harvard Medical School.

Yang sering dilupakan orang adalah ASI mengandung antibodi yang membantu tubuh bayi menangkis infeksi serta memengaruhi kadar insulin dalam darah. Itu sebabnya, kebanyakan bayi yang mendapat ASI jarang yang obesitas dan menderita diabetes.

Dalam analisnya, Dr Bartick mengkaji prevalensi 10 jenis penyakit yang sering diderita anak-anak, biaya perawatan penyakit itu, dan manfaat ASI pada proteksi penyakit yang sudah diteliti oleh penelitian lain.

Diperkirakan 13 miliar dollar AS terbuang karena rendahnya angka ibu menyusui, termasuk kalkulasi ekonomi pada potensi gaji yang mungkin diterima anak tersebut jika hidup dan dewasa. Rendahnya jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif antara lain karena kebanyakan ibu terpaksa meninggalkan bayinya di rumah untuk bekerja.

(sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/04/07/09364083/ASI.Bisa.Selamatkan.Ribuan.Nyawa)

Migren, Bukan Sakit Kepala Biasa

SERING kali gejala migren kita anggap sakit kepala biasa. Padahal, jika tidak diobati dengan serius, migren akan terus menyerang dan membuat penderitanya tidak berdaya.
Migren bukanlah sakit kepala biasa. Dia bahkan bisa lebih menyakitkan. Jenis sakit kepala yang satu ini ditandai dengan gejala nyeri hebat, berdenyut-denyut, terutama di satu sisi kepala. Terkadang disertai rasa mual sampai muntah serta sensitif terhadap cahaya dan suara. Migren bisa dibedakan menjadi dua, yaitu migren umum dan migren klasik. Sebanyak 85 persen penderita mengeluh mengalami migren umum.

Migren ini hanya berupa sakit kepala sebelah tanpa disertai gejala lain. Sementara migren klasik yang diderita oleh 15 persen penderita, biasanya didahului keluhan gangguan penglihatan di salah satu mata. Gangguan itu berupa aura yaitu terlihatnya titik-titik atau garis bergelombang mengambang, bisa juga berupa kilatan atau gelombang-gelombang cahaya. Gangguan ini bisa berlangsung 5 menit sampai 1 jam sebelum migren muncul.

Sekitar 40-60 persen dari serangan migren akan diawali oleh apa yang dinamakan gejala pendahuluan. Gejala ini antara lain berupa gangguan tidur, gelisah, kelelahan, depresi, keinginan untuk menyantap makanan manis dan asin. Gejala awal ini biasanya sudah bisa dipahami oleh keluarga penderita sebagai suatu gejala pendahuluan sebelum terjadi serangan migren.

Sampai saat ini, penyebab migren belum dapat dipastikan. Namun, lebih dari separuh penderita memiliki keluarga dekat yang juga menderita migren, sehingga diduga ada kecenderungan bahwa penyakit ini diturunkan secara genetik. Migren bisa terjadi pada usia berapa saja, tetapi biasanya mulai timbul pada usia antara 10-30 tahun. Hanya, kadang penyakit ini menghilang setelah usia penderita mencapai 50 tahun.

Menurut penulis buku The Migraine Brain, Carolyn Bernstein, migren terjadi akibat sel di otak mengalami pembengkakan dan mengirimkan sinyal pada saat yang salah. Saraf-saraf otak yang lebih sensitif juga menyebabkan seseorang sering terkena migren.

Dibandingkan dengan pria, wanita memang lebih sering terserang migren. Sekitar 18 persen wanita mengeluh menderita migren, sementara pada pria hanya 6 persen. Umumnya, migren menyerang perempuan berusia 10-46 tahun dan berangsur-angsur menghilang setelah menopause.

Migren pada wanita terjadi akibat perubahan hormon estrogen di dalam tubuh. Pada masa haid dan setelah melahirkan, kadar estrogen di tubuh wanita menurun. Jika kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita menurun, maka kadar serotonin di otak pun ikut turun.

Sementara pada saat kehamilan trimester pertama dan menjelang menopause, kadar estrogen berfluktuasi. Itu pulalah sebabnya mengapa sebelum masa haid, ketika hamil pada trimester pertama, setelah melahirkan, dan selama masa menjelang menopause wanita sering menderita migren.

”Selain karena faktor hormon, banyak juga perempuan yang terkena migren karena alasan psikologikal. Namun, naik-turunnya kadar hormon dalam tubuh wanita adalah penyebab paling jelas terjadinya migren,” kata Bernstein yang juga mendirikan Women’s Health Interactive (WHI) Headache Center di Cambridge, Amerika Serikat (AS).

Namun, ada pula wanita yang mengalami sakit kepala hormonal, yakni kepala nyut-nyutan pada sekitar masa subur. Bernstein menyarankan agar para perempuan mencatat masa menstruasi sehingga bisa menemukan kaitan dengan terjadinya migren. Faktor pemicu lain antara lain stres, terlambat makan, kurang istirahat juga kurang berolahraga.

Migren bisa pula dipicu oleh beberapa hal seperti kelelahan, terlalu banyak tidur, puasa, perubahan tekanan udara, cahaya berkedip dan sangat terang, berada di tempat yang tinggi (naik gunung, naik pesawat), wangi-wangian, kondisi stres, alkohol, keju basi, cokelat, penyedap masakan, asam-asaman, pemanis buatan, minuman (kopi berkafein, alkohol), dan nikotin dari rokok.


Bila hal-hal tersebut yang memicu, maka migren bisa diatasi dengan mengatur faktor-faktor pemicu ini seperti memperbaiki kebiasaan tidur (pergi tidur pada jam yang sama setiap hari), tidak merokok, mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, berolahraga secara teratur, serta menjauhi stres dengan melakukan rileksasi. Sayang, hanya beberapa dari penderita migren yang dapat mengidentifikasi faktor pencetus terjadinya migren.

Tetapi, untuk pengobatan, sebaiknya individu yang menderita migren ringan dan jarang kambuh cukup meminum obat analgetik biasa. Sedangkan individu yang sering mengalami migren berat dan respons terhadap obat-obatan juga rendah, maka individu tersebut harus menghindari faktor pencetus dari migrennya dan memantapkan diri untuk mengubah gaya hidup.

Jika tidak ditangani dengan baik, migren diketahui dapat menurunkan produktivitas kerja. Sebuah riset yang dikerjakan American Headache Society mengevaluasi dampak dari serangan migren pada produktivitas karyawan dengan melakukan survey kepada lebih dari 500 orang karyawan yang menderita migren rata-rata dua sampai delapan kali dalam satu bulan. Hasilnya, jumlah total jam kerja yang berkurang akibat migren bagi kebanyakan karyawan yang tetap bekerja saat terserang migren hampir sama dengan karyawan yang memilih tidak masuk kantor. Di penelitian lain menyebutkan, karyawan yang menderita 15 kali atau lebih migren dalam satu bulan akan kehilangan produktivitas kerja rata-rata 4,5 jam seminggu.


Usia Bertambah, Memori Otak Menurun

USIA bertambah, memori otak menurun. Gaya hidup tertentu membantu sel abu-abu ini bekerja dalam kondisi prima. Jadi, jangan anggap menopause momok yang siap menggerogoti otak Anda secara perlahan.
Pernah heran bagaimana sebagian orang tidak kehilangan memori di usianya yang tak lagi muda? Dalam sebuah kajian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology, para peneliti menguji 2.500 orang berusi 70 tahun untuk mengukur kemampuan kognitif mereka.

Hasilnya, setengah dari partisipan mengalami penurunan fungsi otak yang cenderung normal sedangkan 30 persen partisipan menunjukkan tidak ada perubahan, termasuk peningkatan dalam fungsi otaknya. Apa rahasianya? Natural Solution membeberakan cara menjaga memori otak tetap tajam.

Olahraga

Lebih lanjut, kajian di atas juga menunjukkan hasil bahwa partisipan yang rutin olahraga satu kali atau lebih dalam seminggu, kemungkinan 30 persen fungsi otaknya lebih terpelihara daripada mereka yang tidak rutin olahraga.

“Olahraga menghasilkan pertumbuhan sel-sel otak baru yang disebut hippocampus, bagian otak yang penting untuk belajar dan memori,” kata Alexandra Fiocco PhD, pimpinan penelitian dari University of California, San Francisco mengemukakan alasannya.

Pendidikan

Para peneliti menemukan fakta bahwa latar belakang pendidikan tingkat tinggi yang ditempuh para partisipan, membantu otak mereka tetap tajam. Tapi, pendidikan dimaksud tidak sekadar pendidikan formal.

“Arahnya lebih kepada bagaimana dengan belajar, otak Anda ditantang untuk terus berpikir. Saya rasa, pendidikan merefleksikan individu yang cenderung menantang diri mereka sendiri,” tutur Fiocco.

Tidak merokok

Perokok kemungkinan dua kali lebih besar untuk kehilangan fungsi otak daripada bukan perokok. Fiocco menyatakan, merokok meningkatkan tingkat stres oksidatif (keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralisirnya /Wikipedia) dalam otak sehingga menghalangi fungsi kognitif.

Kajian lain yang dipublikasikan dalam American Journal of Public Health, menunjukkan hasil mirip, bahwa perokok usia produktif mengalami penurunan lebih cepat pada memori verbalnya dibanding bukan perokok.

Sosialisasi

Para partisipan kajian yang bekerja, menjadi sukarelawan, atau tinggal bersama orang lain kemampuan kognitifnya lebih besar 24 persen daripada mereka yang cenderung hidup sendiri. Interaksi sosial memerlukan memori dan perhatian yang membantu dalam berbagai tugas kognitif lainnya.

“Kalau Anda mengisolasi diri sendiri dan bertindak pasif dalam lingkungan, seperti hanya menonton televisi seharian, Anda menjadikan otak tidak bekerja maksimal,” tegas Fiocco.

Makanan

Bahan kimia alami dalam makanan, bumbu, dan minuman tertentu dapat memerangi penurunan fungsi kognitif dan membantu memori otak tetap aktif. Bahan di maksud, di antaranya asparagus, blueberry, kelapa, kopi, kuning telur, makanan khas India, anggur merah, rosemary, ikan salmon, saus tomat, dan walnuts.

Miliki Mood Ceria saat Dilanda PMS

KONON, wanita adalah makhluk Tuhan paling kuat. Itu sebabnya banyak kaum hawa dijuluki wonder woman. Namun, wanita juga bisa menjadi makhluk cengeng dan lemah. Apa penyebabnya?
Banyak hal bisa mengubah mood seorang wanita secara drastis. Apalagi, saat tengah memasuki masa pre-menstruation syndrome (PMS), bisa jadi semua orang kena “semprot” omelannya.

Nah, untuk Anda kaum hawa yang ingin membuat mood lebih ceria saat dilanda PMS, berikut cara yang dikutip okezone dari Shape, Senin (22/2/2010).

Olahraga teratur

Aktivitas fisik ialah cara paling tepat untuk memproduksi endorphins di dalam tubuh. Selain itu, olahraga juga mendorong kadar serotonin dalam tubuh untuk membuat mood wanita stabil.

Dalam sebuah penelitian menyebutkan, olahraga seperti aerobik dan latihan fisik dapat menurunkan serta mencegah depresi. Selain itu, dapat memperbaiki gejala PMS pada wanita. Untuk itu, para ahli merekomendasikan wanita untuk olahraga setidaknya 30 menit per hari.

Jangan pantang makan

Banyak wanita mengonsumsi sedikit kalori ketika hendak menurunkan berat badan. Bila diet yang dijalani tidak tepat, justru menyebabkan tubuh kekurangan vitamin, mineral, dan protein. Sementara wanita lain justru jarang makan sehingga kadar gula dalam tubuhnya turun. Padahal, saat otak kekurangan gula, seseorang akan mudah mengalami stres.

Makan 5-6 kali dalam porsi kecil sehari dengan kandungan karbohidrat cukup, bisa menaikkan kadar serotonin dalam tubuh. Jangan lupa sertakan protein dalam menu Anda, karena protein dapat menurunkan kadar emosi.

Minum suplemen kalsium

Penelitian menunjukkan, mengonsumsi 1.200 miligram kalsium karbonat per hari dapat mengurangi gejala PMS sebanyak 48 persen. Bukti lain menunjukkan, dengan mengonsumsi 200-400 mg magnesium juga membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada mood wanita.

Tulis dalam blog

Tuangkan segala kejadian yang Anda alami setiap hari dalam berbagai sarana yang bisa Anda manfaatkan, seperti buku harian, blog, cerita ke sahabat, dan sebagainya. Langkah ini sangat berguna sebagai media pelampiasan saat Anda marah atau sedih. Anda bisa meluapkan setiap masalah yang sedang mengganggu pikiran. Selain itu, cara ini juga aman untuk menstabilkan emosi, tanpa harus menjauhkan diri dari lingkungan sekitar.

Atur napas dan berdoa

Tariklah nafas dengan kuat, lalu tahan selama 5 detik. Lepaskan tarikan napas tersebut dengan perlahan. Ulangi terus sampai beberapa saat. Ini akan membuat Anda rileks dan jauh dari rasa panik atau gundah.

“Anda bisa menggunakan teknik napas damai 5-5. Hitung napas dalam 5 kali ketukan, 5 kali ketukan saat menahan nafas, dan 5 ketukan berikutnya saat melepaskan nafas. Cara ini bisa dilakukan setiap hari, saat bangun tidur, sedang gelisah, khawatir, dilanda stres, ingin memulai meeting, bahkan saat menunggu kendaraan di halte bus. Lakukan rutin selama tiga pekan, dan lihatlah reaksi yang akan ditimbulkan oleh tubuh Anda,” papar Reza Gunawan selaku pakar penyembuhan holistik di acara peluncuran wajah baru Jacobs di Bimasena Hotel Dharmawangsa, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Setelah itu, ciptakan kata-kata yang dapat menenangkan diri Anda. Buanglah napas bersamaan dengan untaian doa yang bisa membuat Anda tenang serta mengembalikan rasa kepercayaan diri.

(okezone.com)

MANDI MALAM MENYEBABKAM REMATIK???

“Hey, jangan suka mandi malam-malam. Nanti kena rematik, lho.” Begitulah pesan yang sering disampaikan oleh orang-orang tua terdahulu. Keyakinan bahwa mandi malam bisa menyebabkan rematik didasarkan pengalaman dan testimoni banyak orang yang telah lebih dahulu mengalaminya. Mereka pun membandingkan mana yang sering mandi malam dan mana yang tidak. Kesimpulan saat ini adalah mereka yang suka mandi malam akan lebih cepat terkena rematik ketimbang yang tidak.

Beberapa keluhan seputar rematik ini memang selalu dikait-kaitkan dengan kebiasaan seseorang yang kebetulan ‘suka’ mandi malam. Lewat artikel singkat ini, kita akan coba mencari tahu kebenaran tentang fakta-fakta ini. Mudah-mudahan sedikit banyak mampu menambah wawasan kita. Soal sepele tidak lagi sepele jika sudah merebut keyakinan seseorang. Bagaimana Anda bisa disembuhkan jika Anda sendiri tidak peduli dengan kesehatan Anda? Jika mandi malam ternyata menyebabkan rematik, apakah Anda masih nekad melakukannya?

Jika Anda sudah membaca artikel sebelumnya, Anda bisa mengetahui bagaimana duduk perkaranya rematik ini. Jika belum, Anda bisa klik di sini. Para ahli meyakini bahwa biang keroknya nyeri sendi pada usia lanjut adalah asam urat. Jika kita mau jujur, asam urat itu tidak terdapat pada air mandi. Lagipula, dengan menyiramkan air ke tubuh pada malam hari, Anda tidak akan mendapat apapun, kecuali basah dan dingin. Apakah kedua hal ini memicu rematik suatu hari nanti?

Kebanyakan dari mereka yang berusia lanjut (disebut juga lansia) mengalami rematik. Perbedaannya adalah pada waktu, ada yang cepat, ada yang lama. Tapi, tidak dipungkiri masing-masing kita akan mengalami hal tersebut. Faktor asupan makanan memegang peranan penting munculnya keluhan sendi. Hampir semua produk makanan, kecuali buah-buahan, beresiko meningkatkan level asam urat dalam darah.

Mandi malam tidak menyebabkan nyeri rematik, tapi mandi malam jelas memperberat keluhan nyeri rematik. Artinya, bagi mereka yang ternyata sudah menderita rematik, tidak dianjurkan mandi malam. Kalaupun memang ingin mandi, utamakan dengan air hangat. Rasa dingin akan memperberat nyeri sendi, dan ini tentu bukan sesuatu yang diharapkan. Bagi mereka yang belum mengalami nyeri rematik, sebaiknya mulailah menjaga asupan makanan dan memperbanyak minum. Kita tentu sulit menghindari kandungan purin dalam makanan, padahal semua produk makanan yang mengandung protein sudah pasti mengandung purin. Jika kita kurang mengkonsumsi protein, maka tubuh akan terasa lemas dan kurang sehat. Jika kita terlalu banyak mengkonsumsi protein, akan lebih banyak terdapat asam urat dalam darah kita. Saat usia muda, hal itu tidak terlalu mengganggu. Tapi, saat usia tua, hal itu tentu sangat mengganggu.

Mandi malam dapat memicu penuaan dini. Ini dikarenakan saat dingin, tubuh akan masuk ke keadaan stress. Ia akan meningkatkan metabolismenya agar temperatur tubuh tetap normal dan meningkatkan aliran darahnya (vasokonstriksi) untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuhnya. Akibatnya, tubuh membutuhkan lebih banyak kalori dan oksigen. Untuk mencukupi kebutuhan kalori, maka dibutuhkan asupan kalori lebih banyak dengan cara menimbulkan rasa lapar dan lapar. Untuk mencukupi kebutuhan oksigen, orang tersebut akan bernafas lebih cepat. Makanan dan hasil metabolisme, walaupun menghasilkan energi yang dibutuhkan, cenderung menumpuk hasil metabolit berupa oksidan dalam tubuhnya. Jika hal itu terjadi bertahun-tahun lamanya, maka orang tersebut akan mengalami gejala seperti layaknya orang yang sudah tua. Gejala yang paling umum adalah nyeri sendi. Tapi, ini bukanlah satu-satunya kemungkinan penyebab karena harus memperhatikan apa pekerjaan, kebiasaan lainnya, penyakit lain, faktor keturunan, kondisi psikologis, faktor eksternal (polusi, makanan, radiasi, tingkat kelembaban), dan sebagainya.

Ada beberapa langkah yang mungkin kita bisa aplikasikan sehari-hari.

  1. Hindari mandi malam. Kalaupun memang harus mandi di malam hari, utamakan dengan air hangat. Prinsipnya hindari kondisi kedinginan. Kalau tubuh Anda mampu melawan rasa dingin (karena ada latihan sebelumnya), mungkin dapat dikecualikan. Pada dasarnya mandi dengan air dingin tidak dianjurkan, kecuali bagi mereka yang berusia muda, karena air dingin cocok untuk mengusir rasa malas.
  2. Utamakan makan banyak sayuran dan buah-buahan yang kaya dengan antioksidan. Ini akan membantu mencegah penuaan dini. Anda bisa mengkonsumsinya dengan cara memasak terlebih dahulu, atau dalam bentuk jus (juice).
  3. Konsumsi Vitamin C 1000 mg per hari. Lebih baik lagi jika dikombinasikan dengan Vitamin E 600-800 mg per hari.
  4. Untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat, utamakan sumber dari padi-padian, gandum, ubi, jagung, dan sagu. Untuk kebutuhan protein, Anda bisa mengkonsumsi telur dan susu.
  5. Untuk mengontrol asupan makanan, sangat dianjurkan untuk berpuasa.
  6. Memperbanyak minum. Hasil metabolisme purin berupa asam urat akan disekresikan melalui urin.
  7. Hindari minuman-minuman bersoda. Minuman bersoda akan meningkatkan pelepasan calcium dari tulang. Pada gilirannya akan memperberat kerja ginjal dan membuat tulang rapuh.

Ingat, kesehatan itu mahal harganya. Semoga bermanfaat dan tetap hidup sehat.