Chocolate Vanilla for Lunch

Bahan:
2 butir, kocok lepas
30 g mentega, panaskan hingga cair
30 g gula pasir
100 g tepung terigu
150 ml susu cair

Bahan cokelat sirup:
1 batang dark chocolate batangan

Cara membuat:
  1. Campur semua bahan hingga rata dengan mixer.
  2. Letakkan kedalam wadah berisi es batu atau simpan dalam lemari es hingga adonan menjadi kental.
  3. Dadar adonan di atas wajan dadar anti lengket sehingga bentuknya bulat.
  4. Isi dengan ice cream vanilla dan cokelat leleh.
  5. Setelah itu lipat menjadi segitiga secara memanjang seperti ice cream cone.
*Untuk: 8 porsi

Efek Samping Menggunakan Komputer

VIVAnews - Jika Anda termasuk pekerja yang menggunakan komputer lebih dari dua jam sehari, hati-hati dengan computer vision syndrome (CVS). Sindroma ini adalah keluhan mata dan penglihatan akibat bekerja menggunakan komputer terlalu lama. Akibatnya, produktivitas Anda dalam bekerja bisa menurun.

Gejala seseorang terkena CVS adalah iritasi yaitu mata merah, perih, berair atau terasa kering. Selain itu, mata terasa lelah, kelopak mata atau dahi terasa berat. Penyebabnya adalah frekuensi berkedip yang menurun akibat menggunakan komputer dalam waktu lama. Serta, posisi komputer serta pengaturan cahaya yang salah.

Sindroma ini juga sering disertai rasa sakit kepala atau migrain. Jika saat bekerja, Anda mengalami hal ini sebaiknya beristirahatlah selama sekitar 10 hingga 15 menit. Alihkan pandangan dari monitor setiap 15 menit dengan melihat objek yang jauh kira-kira 10 detik.

Anda juga bisa melakukan variasi kegiatan untuk menghindari melihat layar komputer terus menerus, seperti berjalan-jalan di sekitar kantor, atau mengobrol dengan teman.

Istirahatkan mata Anda setiap satu jam bekerja di depan komputer, agar terhindar dari CVS. Selain itu, atur juga pencahayaan di sekitar Anda. Jangan terlalu terang dan hindari pantulan sinar pada layar komputer.

Posisi duduk juga sangat penting agar Anda terhindar dari CVS. Gunakan kursi yang dapat diatur posisi serta sandarannya. Sebaiknya, duduk tegak (90 derajat) dengan posisi keyboard sedikit lebih rendah dari siku lengan (100 derajat).

Layar komputer sebaiknya berjarak 50 hingga 75 cm dari mata (lebih jauh dari jarak baca). Atur layar dengan sedikit miring ke belakang 5 hingga 20 derajat dari posisi tegak dan bagian atas layar komputer sejajar atau lebih rendah dari ketinggian horizontal mata.

Potret Buram Teknologi Bagi Generasi Muda

KOMPAS.com - Seminggu yang lalu tepatnya pukul sembilan malam, saat kebosanan menyergapku, kuputuskan untuk ke warnet sekedar ingin chating untuk mengusir bosanku. Kupilih warnet yang gak jauh dari rumah. Sampai di warnet aku dapat tempat yang paling ujung, karena sisa itu tempat yang tersisa, di samping tempatku yang hanya dibatasi oleh sekat dari triplek ada dua bocah yang kira-kira masih berumur 11-12 tahun.

Mereka sesekali tertawa terkikik-kikik dan berbisik-bisik satu sama lain. Karena penasaran aku pun mengintip mereka dari balik sekat triplek itu. Dan aku sungguh terkejut. Di layar monitor mereka terlihat foto-foto syur wanita-wanita. Aku masih saja mengamati mereka dari bilikku. Kulihat pula mereka membuka situs-situs vidio-video porno. Sambil saling pandang dan tertawa bisa kulihat juga mereka sedang asik ber cybersex lewat chating. Wah hal seperti ini gak bisa didiamkan saja. Aku memberitau operatornya atas tindakan anak-anak di bawah umur itu. Dan operator pun bertindak menghentikan mereka.

Kejadian ini mungkin hanya sedikit dari semua kejadian penyalahgunaan teknologi oleh anak-anak di bawah umur. Dunia maya memang mengasyikkan, kita bisa tahu informasi dari seluruh belahan dunia dengan sekali klik. Kita bisa punya banyak teman dari berbagai negara lewat chating, bisa pula mengenal banyak orang lewat situs-situs pertemanan yang sekarang lagi marak, dan banyak lagi kemudahan, keuntungan yang kita dapat lewat dunia maya.

Tapi kecanggihan dunia maya pun bisa menjebak kita pada hal-hal yang negatif. Tidak adanya filter bagi semua situs di dunia maya, membuat siapapun bisa menikmatinya dengan leluasa termasuk anak-anak. Situs situs porno, video-video mesum, foto-foto bugil dengan bebas dapat di akses lewat dunia maya. Tidak cuma lewat dunia maya, video porno dapat diakses dengan menonton DVD-DVD porno yang peredarannya tak berhenti malah bebas di jual di pasaran. Foto foto porno pun gampang di dapat lewat majalah-majalah orang dewasa yang di jual bebas hingga anak-anak pun bisa memilikinya.

Jadi gak mengheran kan jika anak-anak di bawah umur bisa melakukan pemerkosaan dan sadisnya lagi korban mereka pun masih di bawah umur. Anak-anak itu pun gak segan-segan merekam tindakan mesum yang melibatkan mereka sendiri, menyebarkannya lewat handphone. Terbukti dengan terkuaknya beberapa kasus video mesum yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Sangat memprihatinkan nasib anak-anak bangsa. Moral mereka lama-lama terkikis oleh arus modernisasi dan perkembangan teknologi yang tak bisa tersaring dengan baik.

Dan itu jadi tugas utama kita untuk menyelamatkan mereka dari arus globalisasi yang semakin bebas. Memberi pendidikan seks dari lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah. Memberi mereka pengertian sisi baik dan buruknya informasi yang bebas, mendorong mereka untuk kreatif dan melalukan hal-hal yang positif baik dilingkungan keluarga, sekolah atau masyarakat.Dan selalu jadi panutan yang baik untuk mereka anak-anak negeri.

Mereka adalah cerminan masa depan bangsa ini. Jika dari sekarang moral mereka sudah sudah tidak baik, bagaimana mereka dapat jadi pemimpin bangsa suatu saat nanti. Jangan hanya mengurusi masalah politik, perebutan kekuasaan, saling ejek dan mencari kesalahan masing-masing. Namun bersama-sama selamatkan anak-anak Indonesia dari kekerasan moral dan mental serta fisik mereka. Karena bangsa yang berhasil adalah bangsa yang generasinya memiliki moral dan prestasi yang baik.

Kenali Pemicu Mimpi Buruk

VIVAnews - Sebagian besar orang dewasa pernah mengalami mimpi buruk setidaknya satu kali dalam sebulan. Mimpi buruk ini terkadang membuat seseorang terbangun tiba-tiba, merasa pusing, lelah, dan tidur pun menjadi kurang berkualitas.

Penyebab mimpi buruk antara lain, konsumsi obat-obatan, gen yang tidak sempurna, penyakit saraf degeneratif seperti Alzheimer, dan peristiwa traumatis. Mimpu buruk juga mendera orang yang mengalami stres saat siang hari. Pada malam hari, emosi yang timbul karena stres siang hari, muncul dalam bentuk mimpi buruk.

Lalu, beberapa orang, terutama yang berkepribadian terbuka dan sensitif, mungkin memiliki batas tipis antara mimpi dan kenyataan. Sehingga, kejadian buruk saat siang hari bisa hadir saat malam hari dalam bentuk mimpi buruk.

"Mimpi buruk adalah mimpi yang bersifat disfungsional," kata Rosalind Cartwright, kepala pelayanan gangguan tidur dit Rush-Presbyterian - St. Luke's Medical Center, AS, seperti dikutip dari Best Health Mag.

Ketika Anda berusaha menenangkan perasaaan dan meredakan emosi negatif, otak pun memprosesnya. Emosi negatif yang berlebihan diproses, dan justru muncul saat Anda tidur melalui mimpi buruk. Jika Anda pernah berada dalam kecelakaan mobil yang buruk misalnya, Anda mungkin tidak dapat segera mengatasi rasa trauma dan emosi negatif yang muncul. Mimpi buruk pun akan mudah muncul.

Seperti Cartwright tulis dalam bukunya 'Crisis Dreaming', ia mengungkap kalau mimpi buruk adalah tangisan dalam bentuk lain. Terkadang mimpi buruk bisa membantu seseorang mencari resolusi untuk mengatasi masalah dan trauma yang dihadapinya. Tetapi, jika mimpi buruk dan tak kunjung hilang selama berhari-hari ada baiknya, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Apa Adanya Saja

Manusia memang nggak pernah ada puasnya, ya. Selaluuu saja ada yang kurang. Kita pun pasti suka merasa seperti itu. Setiap kali ngaca, kita pun mulai bergumam, ”Coba kalau hidung gue lebih mancung. Coba kalau mata gue lebih besar. Kenapa bibir gue tebel amat sih? Duh, perut kok gendut amat!” dan seterusnya.

Alhasil, di penjuru dunia ini, banyak banget cewek yang nggak puas sama kondisi fisiknya dan memilih untuk menjalani operasi plastik biar kelihatan makin cantik. Termasuk Solange Magnano, Miss Argentina pada tahun 1994 yang melanjutkan kariernya menjadi model setelah kontes tersebut. Karena tuntutan pekerjaan yang membuat dirinya harus selalu tampil super oke, Solange memutuskan buat melakukan operasi pengencangan bokong.

Operasi yang dilakukan pada akhir bulan November 2009 ini ternyata mengalami masalah. Cairan yang ditujukan untuk mengencangkan bokong, ternyata malah mengalir masuk ke paru-paru dan otaknya. Setelah tiga hari berada dalam kondisi kritis, Solange akhirnya meninggal akibat penyumbatan arteri pada paru-parunya. Di Argentina biaya operasi plastik memang relatif lebih murah dibandingkan negara lain. Karenanya banyak juga turis yang datang ke Argentina khusus untuk melakukan operasi plastik. Wah, tapi kalau berisiko menghilangkan nyawa, harga murah bukan jadi penawaran yang menarik lagi, ya? Jadi, kita syukuri saja apa yang kita miliki sekarang ini dan tetap pede, karena disamping kekurangan yang ada, kita juga punya banyak kelebihan lain kok. Setuju kan?!

BUKIT KELAM: Konon, Batu Terbesar di Dunia


Nah, ngomong-ngomong soal Bukit Kelam, menurut penglihatanku ini adalah sebuah batu besar, sebesar rumah-kah? Tidak, ini lebih besar kok. Namanya bukit, ya kurang lebih segede bukit-lah. Kontruksi batu ini juga hanya terdiri dari satu batu lho, jadi bukan terdiri dari banyak batu. Saking besarnya, kata temanku orang Dayak yang asli orang Sintang, pernah ada organisasi dunia yang menilai bahwa ini adalah batu terbesar di dunia. Hebat juga yah…

Bukit Kelam atau Kelam Hill menyajikan suatu pemandangan yang sangat indah, terlihat jelas ketika kita melakukan perjalanan dari Sintang menuju Kabupaten Kapuas Hulu. Dibutuhkan kurang lebih 30 menit dari Kota Sintang, Kalimantan Barat, untuk tiba di Bukit Kelam, yang masuk wilayah Kecamatan Kelam, Kabupaten Sintang. Luas areal wisata alam Bukit Kelam adalah 520 hektare. Di dalamnya banyak sekali terdapat keunikan dan kekayaan hayati. Udaranya sangat sejuk dan segar. Pokoknya, cocoklah buat rekreasi alam bagi semua kalangan.

Apabila anda berkeinginan untuk naik ke atas Bukit Kelam, sudah disediakan lho. Tapi hati-hati, tangganya dari besi, dan pengunjung harus menaiki tangga, bukan berjalan kaki seperti tangga di lereng gunung. Kalau Anda tidak kuat fisiknya, mendingan jangan coba deh, bisa-bisa Anda macet atau kecapean di tengah jalan, mau turun lagi terus lihat ke bawah malah ngeri… hehehe.. Selain itu, di kawasan wisata alam Bukit Kelam terdapat kolam renang dan lapangan tenis yang dapat dimanfaatkan oleh setiap wisatawan. Kalau Anda ingin bermalam di sana, jangan kuatir sebab ternyata di tempat ini pun disediakan camping ground yang cukup luas dan aman.

Seperti halnya Gunung Tangkuban Parahu di Bandung, Jawa Barat, yang punya cerita legenda Sangkuriang, Bukit Kelam juga memiliki cerita legendanya juga lho. Konon di Sintang ini terdapat dua orang pemimpin yang merupakan keturunan dewa. Mereka memiliki kesaktian, namun memiliki sifat dan watak yang berbeda.

Pemimpin pertama bernama Bujang Beji yang memiliki sifat jahat, perusak, pendengki, dan serakah. Sedangkan pemimpin kedua bernama Temenggung Marubai. Dia memiliki sifat yang sangat bertentangan dengan Bujang Beji. Temenggung Marubai memiliki sifat suka menolong, berhati mulia, dan rendah hati. Keduanya bermata pencaharian sebagai nelayan, berladang dan berkebun. Sungai tempat Temenggung Marubai memiliki ikan lebih banyak daripada di sungai tempat Bujang Beji memancing ikan. Itu membuat Bujang Beji iri karena hasil tangkapannya tak sebanyak Temenggung Marubai. Bujang Beji kemudian merencanakan niat jahat untuk menguras habis ikan di tempat Temenggung Marubai biasa menangkap ikan. Dia mengangkat Yakni puncak bukit Nanga Silat untuk membendung sungai tempat Temenggung Marubai mencari ikan. Namun rencana itu gagal, dan is ditertawakan dewi-dewi yang ada di kayangan. Bujang Beji mencoba menanam pohon kumbang mambu yang akan digunakannya sebagai jalan untuk mencapai kayangan dan •mebinasakan dewi-dewi kayangan yang telah menertawakannya. Dalam beberapa hari, pohon tadi tumbuh tinggi menjulang ke angkasa. Sebelum memanjat pohon tersebut, Bujang Beji mengadakan upacara adat dengan membagikan sesaji kepada seluruh binatang dan roh jahat. Namun ada binatang yang terlewat, yakni kawanan rayap dan beruang. Mereka sangat marah sehingga mencoba menumbangkan pohon tersebut dengan menggerogoti akar pohon agar rapuh. Ketika Bujang Beji hendak memanjat pohon, pohon tersebut retak dan Bujang Beji terhempas. Puncak bukit Nanga Silat yang coba dipikul Bujang Beji akhirnya menjadi Bukit Kelam.

Di Bukit Kelam ini terdapat berbagai macam flora langka seperti meranti (Shorea sp), tengkawang (Dipterocarpus sp), kabas-kebas (Podocarpusceae), anggrek (Archidaceae), dan kantong semar raksasa. Selain itu terdapat berbagai fauna raksasa, seperti beruang madu, trenggiling, kelelawar, serta alap-alap.

Ketinggian kawasan ini berkisar antara 50-900 meter di atas permukaan laut, dengan kemiringan antara 15 derajat – 40 derajat sehingga terkadang menjadi tempat yang tepat untuk olah raga para layang dan panjat tebing.

Bukit Kelam berjarak sekitar 395 km di sebelah timur Kota Pontianak. Dari Pontianak menuju Sintang, Anda bisa menggunakan pesawat, taksi, bus travel, atau kendaraan pribadi. Dari pusat kota Sintang, Bukit Kelam berjarak sekitara 19 km ke arah timur dengan waktu tempuh 30-35 menit dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi.

Bekas Luka Bisa Hilang?

NOuch! Lagi asyik-asyik jogging, tiba-tiba kamu tersandung dan lutut kamu membentur aspal. Waaaa... bukan cuma berdarah, tapi bekas luka yang sudah mengering itu pun meninggalkan bekas! Huhuhuhu... gimana bisa tampil keren dengan short pants nih? Bekas luka seperti ini bisa hilang nggak ya?

Hmm... sebenarnya bekas luka tidak bisa hilang 100%, tapi bisa kok disamarkan. Pada saat terjadi luka, pertama-tama langsung bersihkan luka tersebut, beri obat untuk menghentikan pendarahan (kalau memang terjadi), biarkan sampai kering. Jika luka itu sudah kering, basahkan dan angkat pelan-pelan bagian kulit yang mengering itu. Jangan lupa bersihkan area tersebut dengan alkohol. Penelitian mengatakan bahwa daerah luka yang tetap lembap akan mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi bekas luka.

Ingat pula untuk menutup luka dengan menggunakan band-aid untuk mencegah timbulnya infeksi dan mengurangi kemungkinan terbentuknya bekas luka. Kalaupun luka itu sudah telanjur membekas, tetap gunakan band-aid pada bagian kulit yang luka. Soalnya, bekas luka akan terlindung dari sinar matahari yang bisa menyebabkan perbedaan warna antara kulit yang sehat dengan bekas luka.

Gunung Toba

Danau Toba yang besar itu (luasnya kira2 100 x 30 km) sebenarnya berdiri di atas reruntuhan 3 kaldera besar. Di selatan terdapat Kaldera Porsea, berbentuk ellips dengan dimensi 60 x 40 km, terbentuk oleh letusan gigantik 800 ribu tahun silam. Kaldera ini meliputi sebagian selatan danau Toba dari Pulau Samosir, hingga ke daratan wilayah Parapat - Porsea dan "teluk" yang menjadi outlet ke Sungai Asahan. Wajah kaldera Porsea ini 'dirusak' oleh kaldera Sibadung yang terbentuk kemudian. Sementara di sebelah utara, di utara Pulau Samosir terdapat kaldera Haranggaol yang nyaris bulat dengan diameter 'hanya' 14 km. Haranggaol terbentuk pada 500 ribu tahun silam. Keberadaan kaldera-kaldera besar ini menunjukkan Danau Toba adalah kompleks vulkanik nan luar biasa.

Kita fokuskan ke Kaldera Sibadung. Inilah kaldera yang terbentuk dalam erupsi gigantik 71.500 +/- 4.000 tahun silam dan dinobatkan sebagai letusan terdahsyat di muka Bumi dalam 2 juta tahun terakhir setelah banjir lava di Yellowstone (AS). Bentuk kaldera mirip kacang (peanut-like) dan secara kasar memiliki panjang 60 km dengan lebar 30 km. Bentuk unik ini mengesankan bahwa kaldera Sibadung dulunya kemungkinan adalah gunung api kembar yang meletus secara bersamaan, seperti halnya gunung Danan dan Perbuwatan dalam erupsi katastrofik Krakatau 1883. Kaldera Sibadung mencakup seluruh bagian Pulau Samosir dan perairan selatan Danau Toba, kecuali "teluk" di sebelah tenggara yang menjadi outlet ke Sungai Asahan.

Letusan Toba 71 - 75 ribu tahun silam memang sungguh luar biasa. Gunung ini melepaskan energi 1.000 megaton TNT atau 50 ribu kali lipat ledakan bom Hiroshima dan menyemburkan tephra 2.800 km kubik berupa ignimbrit, yakni batuan beku sangat asam yang memang menjadi ciri khas bagi letusan-letusan besar. 800 km kubik tephra diantaranya dihembuskan ke atmosfer sebagai debu vulkanis, yang kemudian terbang mengarah ke barat akibat pengaruh rotasi Bumi sebelum kemudian turun mengendap sebagai hujan abu. Sebagai pembanding, erupsi paroksimal Tambora 1815 (yang dinyatakan terdahsyat dalam sejarah modern) 'hanya' menyemburkan 100 km kubik debu dan itupun sudah sanggup mengubah pola cuaca di Bumi selama bertahun-tahun kemudian, yang salah satunya menghasilkan hujan lebat yang salah musim di Eropa dan berujung pada kekalahan Napoleon pada pertempuran besar Waterloo.

Kerikil (lapili) produk letusan Toba ditemukan hingga di India, yang berjarak 3.000 km dari pusat letusan. Keseluruhan permukaan anak benua India ditimbuni abu letusan dengan ketebalan rata-rata 15 cm. Bahkan di salah satu tempat di India tengah, ketebalan abu letusan Toba mencapai 6 meter. Debu vulkanik dan sulfur yang disemburkan ke langit dalam letusan dahsyat selama 2 minggu tanpa henti itu membentuk tirai penghalang cahaya Matahari yang luar biasa tebalnya di lapisan stratosfer, hingga intensitas cahaya Matahari yang jatuh ke permukaan Bumi menurun drastis tinggal 1 % dari nilai normalnya. Kurangnya cahaya Matahari juga menyebabkan suhu global menurun drastis hingga 3 - 3,5ยบ C dari normal dan memicu terjadinya salah satu zaman es. Rendahnya intensitas cahaya Matahari membuat tumbuh2an berhenti berfotosintesis untuk beberapa lama dan tak sedikit yang bahkan malah mati, seperti terekam di lembaran2 es Greenland.

Bagaimana dengan manusia? Ambrose (1998) berdasar jejak DNA manusia purba menyebut saat itu terjadi situasi "genetic bottleneck" yang ditandai dengan berkurangnya kelimpahan genetik dan populasi manusia. Bahkan dikatakan jumlah individu manusia saat itu (tentunya dari generasi homo sapiens awal seperti homo sapiens neanderthalensis dan rekan-rekannya) merosot drastis hingga tinggal 10 % saja dari populasi semula.

Bencana lingkungan akibat erupsi Toba ini diduga membuat homo neanderthalensis berevolusi menghasilkan individu yang lebih lemah. Sehingga ketika katastrofik berikutnya terjadi, yakni pada 12.900 tahun silam di ujung zaman es tatkala asteroid/komet berdiameter 5 km jatuh ke Bumi dari ketinggian awal yang rendah (mendekati horizon) sehingga benda ini meledak pada ketinggian 60 km di atas Eropa - Amerika sembari melepaskan energi 10 juta megaton TNT, neanderthal tak sanggup lagi bertahan dan punahlah ia bersama kawanan mammoth sang gajah raksasa zaman es.

Danau Toba sekarang ini, apakah masih aktif? Ya. Bekas letusan berskala kecil dan kubah lava baru pasca erupsi hebat itu masih dapat dijumpai di kerucut Pusukbukit di sebelah barat dan kerucut Tandukbenua di sebelah utara. Terangkatnya Pulau Samosir hingga 450 meter dari elevasi semula (yang dapat dilihat dari lapisan2 sedimen danau di pulau ini) juga menunjukkan bahwa reservoir magma Toba telah terisi kembali, secara parsial. Studi seismik menunjukkan di bawah danau Toba terdapat sedikitnya dua reservoir magma di kedalaman 40-an km dengan ketebalan 6-10 km.

Kapan Toba akan kembali meletus dahsyat? Kita tidak tahu. Namun dilihat dari historinya butuh waktu sedikitnya 300 ribu tahun pasca letusan besar Toba untuk kembali menghasilkan letusan katastrofik. Memang sempat muncul kekhawatiran Toba akan kembali menggeliat pasca guncangan gempa megathrust Sumatra Andaman 2004 yang mencapai 9,15 Mw itu dengan episenter hanya 300 km di sebelah barat danau, namun sejauh ini belum terbukti. Kekhawatiran ini bukannya tanpa alasan. Krakatau bangkit dari tidur panjangnya selama 200-an tahun tatkala gempa besar mengguncang kawasan Selat Sunda di awal 1883 dimana getarannya terasakan hingga ke Australia.

Berantem ‘Cantik’ sama Pacar

Biarpun sudah kesal setengah mati sama pacar, ikuti aturan wajib berantem biar nggak malu-maluin dan konyol.

Gimana ya menyalurkan kekesalan hati ke pacar biar dia ngerti tanpa harus melakukan hal norak dan konyol. Perhatikan tata karma berikut ini!

Tahan sebentaaar saja kalau mau ngomel-ngomel. Teriak-teriak is fine, karena berteriak memang terbukti bisa melepaskan emosi. Asal jangan di tengah-tengah mal, daripada digiring security hehehe… Tunggu sampai kita sudah berada di tempat sepi (misalnya, di dalam mobil), baru deh kita boleh melancarkan “serangan” ke pacar. Dengan begini, artinya kita juga melatih emosi diri sendiri, supaya nantinya bisa mengeluarkan uneg-uneg secara lebih fokus, tanpa asal nyablak.

Stick to the problem, please! Supaya masalah nggak semakin lebar dan berlarut-larut, maka berantemlah hanya sesuai topik. Hehehe, kayak bikin karya tulis saja ya, pakai topik segala. Tapi ini penting, lho! Siapa, sih yang suka diingatkan sama kesalahannya yang dulu-dulu? Apalagi kalau menjelek-jelekkan nama orang tua segala. Pastinya nggak rela, kan?

Boleh ngomel-ngomel di dunia virtual. Tapi jangan lewat status twitter atau wall facebook, misalnya. Bikin polusi wall dan timeline friendlist kita! Lagipula, memang seluruh dunia Facebook harus tahu masalah kalian berdua?
Kalau mau ngomel-ngomel di dunia virtual, lakukanlah lewat Private Message atau Direct Message. Bisa juga dilakukan lewat email. Tapi hati-hati, omongan virtual ini rentan banget di-forward ke orang lain. Jadi memang lebih baik masalah ini dibicarakan secara langsung sama pacar, sih.

Tiga Letusan Gunung Api di Indonesia

DUA pekan lalu Civil Defence Singapura telah memperbarui manual cara-cara penyelamatan saat terjadi bencana. Dalam manual yang baru itu lembaga yang juga terlibat dalam sejumlah upaya penyelamatan di Aceh dan Nias itu memberi tambahan cara-cara penyelamatan bila terjadi tsunami bagi penduduk Singapura.

KITA tidak mengetahui persis tujuan penambahan manual itu. Akan tetapi, satu hal yang penting, mereka sadar betul kalau Singapura termasuk di dalam daerah yang rawan terimbas akibat bencana di negara tetangga terutama yang berada di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Dari penelitian geologis dan catatan sejarah memang menunjukkan sejumlah bencana besar pernah terjadi di kawasan Asia Tenggara, terakhir adalah gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Nias. Bencana lainnya yang sering terjadi di kawasan itu adalah letusan gunung berapi. Dari hipotesis, penelitian geologis, dan sejarah juga menunjukkan setidaknya ada tiga letusan gunung api terbesar yang menjadi perhatian dunia.

Di dalam buku Volcanoes in Human History karya Jelle Zeilinga de Boer dan Donald Theodore Sanders yang diterbitkan tahun 2001 disebutkan Gunung Toba yang berada di Sumatera Utara meletus sekitar 74.000 tahun yang lalu merupakan letusan gunung api terbesar, kemudian Gunung Tambora di Pulau Sumbawa yang meletus tahun 1815, dan urutan berikutnya Gunung Thera di kawasan Mediterania, dekat Pulau Kreta sekitar tahun 1630 sebelum Masehi. Urutan keempat adalah Gunung Krakatau yang berada di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera meletus pada tahun 1883.

Dari keempat gunung yang tergolong besar letusannya itu (lihat skema perbandingannya-Red). Catatan mengenai letusan Gunung Tambora dan Gunung Krakatau mungkin paling lengkap. Dua buah buku terakhir mengenai letusan gunung itu telah diterbitkan. Kathy Furgang menulis buku berjudul Tambora a Killer Volcano from Indonesia (2001) dan Simon Winchester menulis buku berjudul Krakatau The Day The World Exploded (2003).

Meski belum ditulis dalam bentuk buku yang lebih populer, upaya untuk mengetahui mengenai letusan Gunung Toba banyak dilakukan. Pada tahun 1998 antropolog Stanley Ambrose dari Universitas of Illinois at Urbana Champaign dalam Journal of Human Evolution menyebutkan, ada kejadian besar yang disebut "musim dingin vulkanis" yang merupakan suhu terdingin setelah 1.000 tahun abad es yang terakhir. Ambrose memperkirakan kejadian itu pada 71.000 tahun yang lalu.

Dalam membuat hipotesis ini Ambrose dibantu oleh beberapa ahli genetik dan ahli gunung berapi. Ia memperkirakan letusan itu telah menyebabkan musim dingin selama enam tahun di bumi dan mengubah secara signifikan iklim pada seribu tahun kemudian.

Kejadian itu menyebabkan kelaparan dan kematian pada manusia di seluruh dunia. Pada masa itu terjadi diferensiasi atau divergensi genetik dari populasi yang selamat dari bencana itu. Ambrose mengatakan, bila perhitungan ahli genetik benar, maka diperkirakan populasi manusia modern hanya tinggal sekitar 15.000 hingga 40.000 orang. Ia berkeyakinan kejadian itu adalah meletusnya Gunung Toba di Sumatera.

***

PENELITIAN letusan Gunung Toba itu juga dilakukan. Pada tahun 2003 beberapa ilmuwan di India meneliti dampak letusan Gunung Toba terhadap populasi manusia pada zaman palaeolitik di India. Seorang peneliti selama enam bulan pertama berada di daerah Kurnool di Distrik Andhra Pradesh. Di daerah itu ia menyurvei goa dan daerah
yang diperkirakan kaya dengan abu vulkanis dan bukti-bukti arkelologis sebelum masa palaeolitik hingga megalitik.

Gunung Toba memang menarik perhatian banyak peneliti. Gunung Toba diperkirakan memuntahkan material hingga 3.000 kilometer kubik ke atmosfer hingga disebut sebagai "supervolcano". Jumlah material ini sama dengan 3.000 kali letusan Gunung Sint Helena yang terjadi pada tahun 1980.


Dalam sebuah buku pelatihan mengenai bencana di Universitas Utah di Amerika Serikat disebutkan, gas dan debu dikeluarkan dari Gunung Toba. Sejumlah tanaman dan binatang bisa tetap hidup meski suhu bumi turun hingga 15 derajat Celcius akibat sinar matahari tertutup oleh debu itu. Jumlah manusia diperkirakan hanya tinggal ribuan saja.

Survei dan berbagai analisis terhadap Gunung Toba terus dilakukan. Salah satu yang kontroversial adalah pernyataan seorang ahli dari Australia yang menyatakan kemungkinan Gunung Toba akan aktif.

Akan tetapi, pendapat itu dibantah oleh peneliti dari Indonesia. Kepala Bidang Seismologi Teknik dan Tsunami Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Dr Fauzi mengatakan, pendapat yang menyatakan Danau Toba akan mengering atau meletus akibat gempa besar di pesisir barat Sumatera sangat spekulatif dan tidak memiliki dasar ilmiah yang bisa diterima (Kompas, 18/4/2005).

Menurut Fauzi, keberadaan Danau Toba bahkan dapat berfungsi mengurangi aktivitas Sesar Sumatera atau Sesar Semangko. Danau Toba berada sekitar 10 kilometer sebelah timur Sesar Sumatera.

"Adanya Danau Toba justru yang membuat Sesar Sumatera aseismik atau tidak bergetar," tambahnya. Peredaman aktivitas sesar tersebut dapat terjadi karena ada pemanasan pengangkatan dari magma, aliran panas yang lebih tinggi mengakibatkan tanah di sekitar sesar tidak kaku atau rigid. Sebab, bila kaku akan menyebabkan patah.

Meski demikian, di beberapa buku masih disebutkan Gunung Toba tidak mati. Gunung Toba hanya tidur dan kemungkinan suatu saat bisa kembali meletus dengan letusan dengan sangat hebat dan bisa merusak kehidupan di planet ini.

***
LETUSAN besar yang catatannya lengkap adalah Gunung Tambora. Letusan gunung itu memuntahkan material sebanyak 100-150 kilometer kubik. Sekitar 10.000 orang mati dalam bencana ini akibat letusan, kejatuhan material vulkanis, dan terkena aliran lava pijar. Lemparan abu ke angkasa mengakibatkan lapisan atas atmosfer membentuk warna lembayung seperti matahari hendak tenggelam.

Suhu global mengalami penurunan yang kemudian dikenal tahun tanpa musim panas. Jumlah orang yang meninggal bertambah bila dampak tidak langsung dari letusan itu berupa munculnya penyakit dan kelaparan setelah bencana itu dihitung. Korban yang meninggal sebagai akibat tidak langsung dari letusan Gunung Tambora mencapai sekitar 82.000 jiwa.

Adapun Gunung Krakatau yang meletus tahun 1883 melempar material vulkanis sebanyak 18 kilometer kubik. Saking kerasnya letusan ini terdengar hingga Australia dan Pulau Rodriogues yang terletak di antara Pulau Diego Gracia yang berada tidak jauh dari Mauritius. Suara letusan gunung itu terdengar hingga 3.000 kilometer dari tempat asal letusan. Letusan ini juga mengakibatkan penurunan temperatur global.

Korban yang meninggal akibat tertimpa lemparan material dan terutama akibat gelombang tsunami mencapai 35.000 jiwa. Saat menjelang terjadinya tsunami, beberapa orang yang berada di pantai malah mengambil ikan ketika laut surut. .Sejak letusan itu, sebuah gunung kecil yang kemudian disebut Anak Krakatau muncul di tempat itu. Anak Krakatau masih aktif sampai sekarang.

Berbagai cerita menarik tertulis dalam buku Krakatau When The Day The World Exploded. Konfirmasi letusan Krakatau paling awal berasal dari sumber yang sama sekali tidak diduga, yaitu dari pabrik pemasok gas untuk Kota Batavia (sekarang Jakarta) yang terletak di sebelah selatan kota itu. Pada waktu itu pasokan gas digunakan untuk penerangan jalan.

Ketika letusan terjadi pada tanggal 27 Agustus 1883 seorang pengawas pabrik melihat perubahan naik turun yang sangat cepat pada gasometer. Perubahan ini akibat perubahan tekanan atmosfer. Catatan perubahan tekanan atmosfer itu dan juga waktu perubahan tekanan itu kini yang digunakan para ahli untuk meneliti letusan Krakatau itu. Catatan asli dari perubahan tekanan itu masih ada.

Letusan Krakatau juga melemparkan kapal yang tidak jauh berada di tempat itu. Sial bagi Kapal Berouw, kapal milik Belanda yang dilengkapi berbagai jenis senjata, yang terlempar hingga satu setengah mil ke arah hulu Sungai Kuripan di Lampung.

Beberapa bulan setelah itu sejumlah tim penyelamat sempat mendatangi kapal itu, namun kemudian mendiamkan bangkai kapal itu. Sampai tahun 1980-an dilaporkan masih ada sebagian kecil bangkai kapal itu. Penduduk setempat mengambil bagian-bagian kapal itu sebagai besi tua.

Dari tiga letusan gunung api di Indonesia cukup menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana. Beberapa kalangan malah menyebut sebagai laboratorium bencana. Di banyak negara kajian mengenai tiga letusan itu tetap dilakukan di beberapa perguruan tinggi.

Dari berbagai hipotesis, kisah, cerita, dan analisis mengenai berbagai bencana, termasuk letusan gunung api itu, kita mendapat banyak pelajaran. Kita seharusnya bisa berbuat sesuatu.

Paling tidak seperti Civil Defence Singapura yang membuat manual penyelamatan itu bagi warganya agar lebih waspada terhadap bencana.
(ANDREAS MARYOTO)

sumber: KOMPAS - Sabtu, 30 Apr 2005